Awalnya Mula Ticket TN Komodo Naik Berjuta-juta, Sekarang Pengurus Keluar

author
2 minutes, 56 seconds Read

Jakarta – Perusahaan ini membuat semua pelancong risau karena ticket Taman Nasional Komodo naik mencolok jadi berjuta-juta sama mereka diberitakan masuk pada tengah tahun 2020. Tiba-tiba sekarang pengurus angkat kaki.
Saat itu, rekreasi ke Pulau Komodo dan Pulau Padar di Taman Nasional Komodo memiliki sifat terbatas dan pengunjungnya juga terbatasi. Nanti, cuma wisatawan yang mempunyai pertanda keanggotaan (membership) yang dapat wisata ke situ.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Inovatif (Disparekraf) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Wayan Darmawa, menyebutkan membership di Taman Nasional Komodo itu berada di tempat Pulau Komodo dan Pulau Padar. Adapun untuk Pulau Rinca lawatan dapat dilaksanakan tanpa perlu mengurusi membership.

“Untuk lawatan umum dapat di Pulau Rinca, sedangkan Pulau Padar dan Pulau Komodo karakternya terbatas,” kata Wayan sama seperti yang d ikutip dari Di antara pada Kamis (2/6/2020).

Wayan menerangkan mekanisme membership terkait dengan Pemerintahan Propinsi NTT yang sudah mendapatkan peraturan konkuren dari pemerintahan pusat untuk ikut mengurus teritori rekreasi yang populer sebagai komunitas satwa purba Komodo (varanus komodoensis) tersebut.

Peraturan konkuren maknanya masalah pengendalian Taman Nasional Komodo dipisah di antara pemerintahan pusat, propinsi, dan kabupaten. Peraturan itu dikatakannya spesial, karena tidak didapat propinsi lain di Tanah Air, di mana pemda diikutsertakan saat mengurus sebuah taman nasional.

“Ini untuk pertamanya kali peraturan nasional memberi ruangan ke Propinsi NTT, dan saya berpikir ini pertama kalinya di Indonesia dalam rencana membuat tujuan super fokus,” katanya.

Pembagian pekerjaannya, Balai Taman Nasional Komodo fokus pada peranan pelestarian dan pemantauan, dan Pemerintahan Propinsi NTT, lewat PT Flobamor, mengurus dari segi usaha.

Untuk pengendalian dari segi usaha, pemprov akan menggamit perusahaan dari Singapura yang beroperasi di sektor informasi tehnologi yang kerja sama dengan perusahaan nasional.

Penghasilan hasil dari pengendalian usaha ini, lanjut Wayan Darmawa, akan digunakan untuk kebutuhan beragam faktor seperti pelestarian, perawatan, pendayagunaan ekonomi warga, dan penghasilan untuk pemerintahan kabupaten, propinsi, dan pusat.

Gelombang peraturan polemis PT Flobamor

Pada tengah tahun 2022, terjadi keributan karena keputusan PT Flobamor yang memutuskan biaya masuk ke dalam Taman Nasional Komodo sejumlah Rp 3,75 juta per pelancong. Gelombang protes terus banyak muncul saat tersebut. Biaya masuk itu pada akhirannya gagal diaplikasikan.

Pada April 2023, PT Flobamor memantik lagi keributan pada industri pariwisata Labuan Bajo. Keributan itu dipacu keputusan PT Flobamor memutuskan biaya mahal jasa nauralist guide. Saat itu PT Flobamor secara sepihak putuskan mengambil biaya naturalist Gmguide dari Rp 120 ribu per 1-5 orang jadi menjadi Rp 250 ribu per-orang (pelancong Nusantara) dan Rp 400 ribu per-orang (pelancong luar negeri).

Penentuan biaya itu mendapatkan penolakan keras dari aktor pariwisata dan golongan masyarakat yang lain di Labuan Bajo. Sebelumnya sempat terjadi bercekcok di antara aktor pariwisata dengan perwakilan PT Flobamor di TN Komodo saat diambil biaya mahal itu. Pada Juni 2023, PT Flobamor tidak meneruskan pungutan mahal itu dan kembali lagi ke biaya normal jadi Rp120 ribu per 1-5 orang.

Masuk tahun 2024, PT Flobamor membuat ribut kembali. PT Flobamor meningkatkan lagi biaya naturalist guide. Peningkatan biaya naturalist guide itu dilawan lagi aktor pariwisata di Labuan Bajo. PT Flobamor mengambil biaya naturalist guide di Loh Lubang Pulau Komodo pada harga berbeda sama sesuai panjang pelintasan tracking.

Biayanya naik tinggi dari biaya etika yang berjalan sejauh ini. PT Flobamor mengambil Rp200 ribu per 1-5 orang (pelancong) untuk Short Treking, Rp250 ribu per 1-5 orang untuk Medium Treking, dan Rp 300 ribu per 1-5 orang untuk Long Trecking. Adapun di Pulau Padar, PT Flobamor mengambil biaya Rp 150 ribu per 1-5 orang.

Walau dilawan keras, PT Flobamor masih tetap menjaga biaya itu sampai sekarang pergi dari TN Komodo.

Direktur Operasional PT Flobamor Abner Runpah tidak menyikapi keinginan verifikasi. Dia tidak memberi respon pesan WhatsApp atau panggilan telephone yang diperuntukkan padanya.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *